Alat Musik Daerah Maluku
![]() |
| Gambar: Nafiri |
Diikuti dari laman harian KOMPAS.com, Maluku memiliki sejumlah alat musik tradisional yang cukup dikenal, baik oleh masyarakat Indonesia ataupun mancanegara. Alat musik ini tumbuh dan berkembang sesuai nilai kebudayaan masyarakat Maluku.
Apa sajakah alat musik daerah Maluku?
- Arababu
Mengutip dari Instrumen Gesek (2018) karya Berlian Denada dan teman-teman, arababu merupakan salah satu alat musik gesek dari Maluku. Alat musik ini berbeda dengan rebab, karena arababu hanya memiliki satu senar saja, sedangkan rebab memiliki dua senar.
Arababu terbuat dari bambu yang menjadi bahan utama batang pegangannya. Sedangkan tabung resonansi arababu terbuat dari setengah bagian tempurung kelapa. Alat musik ini dimainkan dengan digesek menggunakan alat khusus.
- Totobuang
Dalam Aplikasi Alat Musik Tradisional Totobuang Berbasis Android (2015) karya Angelberth Tirayoh, dkk, totobuang berasal dari kata “tabuh” dalam Gamelan Jawa, yang berarti menabuh. Totobuang terbuat dari kuningan ataupun logam.
Sekilas, totobuang mirip seperti alat musik gong dalam Gamelan Jawa, hanya saja ukurannya lebih kecil. Totobuang dimainkan dengan cara dipukul pada bagiannya yang menonjol ke luar. Alat musik tradisional ini sering dimainkan bersamaan dengan tifa.
- Floit
Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, floit merupakan alat musik tradisional sejenis suling bambu. Floit dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini sering digunakan sebagai pengiring orkestra, upacara pernikahan dan lagu religi. Floit memiliki beberapa jenis suara, seperti sopran, alto, tenor serta bass.
- Jukulele atau Juk
Jukulele merupakan alat musik petik yang terbuat dari bahan kayu dan kulit binatang. Jukulele memiliki empat jenis dawai dengan tangga nada sol, do, mi, la. Alat musik ini sering digunakan dalam acara kebudayaan ataupun untuk mengiringi musik.
Sumber: Sumber Belajar Kemendikbud
Artikel ini telah tayang di laman harian Kompas.com pada 11 Mei 2021, 14:41 WIB dengan judul "Alat Musik Daerah Maluku," oleh Vanya Karunia Mulia Putri & disunting oleh Serafica Gischa.
Maklumat: Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara diatonal.com dengan Kompas.com dimasa mendatang.



Komentar
Posting Komentar