Ciri-Ciri Musik Kontemporer

Diikuti dari laman harian KOMPAS.com, Musik kontemporer adalah jenis musik yang berkembang seiring dengan perubahan zaman. Musik kontemporer memiliki ciri yang berbeda dari musik lainnya. Sebutkan ciri musik kontemporer! 


Relevan dengan zaman 


Ciri utama dari musik kontemporer adalah relevan dengan zaman. Hal ini karena musik kontemporer muncul dan berkembang dari waktu ke waktu. 


Mengutamakan inovasi 


Aji Agustian dalam skripsi Analisis Karya Musik Yeni Arama Berjudul Manas (2018) musik kontemporer mengutamakan unsur-unsur inovasi dan kebaruan. 


Secara lebih lanjut dijelaskan bahwa inovasi dalam musik kontemporer berupa konsep, ide, notasi musik, warna bunyi, teknik permainan, dan juga sumber bunyi. Unsur-unsur inovasi atau keterbaruan tersebutlah yang menjadi pokok kualitas dari musik kontemporer.


Memiliki konsep yang bebas dan tak terbatas 


Musik kontemporer memiliki ciri berupa konsep dan tema yang bebas dan tak terbatas bagi seniman untuk berekspresi. 


Menurut I Gede Arya Sugiarta dalam jurnal Pergulatan Ideologi dalam Penciptaan Musik Kontemporer Bali (2015) musik kontemporer menciptakan konsep, kaidah, suasana, dan eskplorasi bunyi yang baru sebagai medium ekspresi tak terbatas agar dapat mewadahi gagasannya. 


Seorang seniman musik kontemporer bebas mengekspresikan gagasan dan ide-idenya ke dalam musik kontemporer. Misalnya tema kebudayaan, abstrak, ilustratif, dan juga imaginatif.


Penggunaan tanda sukat yang tidak lazim 


Menurut Naning Widayati dalam Modul Seni Budaya: Konsep dan Teknik Berkreasi Musik Kontemporer (2020) musik kontemporer memiliki ciri karakteristik berupa penggunaan tanda sukat yang tidak lazim dan sering berubah-ubah.


Tanda sukat adalah jumlah ketukan dalam satu birama musik. Musik biasanya menggunakan tanda sukat 2/4, 3/4, dan 4/4. Namun, musik kontemporer menggunakan tanda sukat yang tidak lazim, misalnya 5/8, 12/4, dan 16/8. 


Musik kontemporer juga tidak hanya menggunakan satu birama saja, layaknya musik pada umumnya. Tetapi, musik kontemporer kerap kali menggunakan lebih dari satu birama.


Tidak memiliki aturan baku 


Menurut Yohan C. Tinungki dalam jurnal Musik Kontemporer (2009), dalam musik kontemporer semua boleh, semua sah, dan semua bisa. Tidak ada aturan baku dalam pembuatan musik kontemporer. 


Penggunaan harmoni, komposisi, nada, dan notasi musik kontemporer tidak memiliki aturan baku. Seniman musik kontemporer bisa bebas bereskpresi dan berimprovisasi. 


Misalnya, musik kontemporer bisa menggunakan lebih dari dua akord dalam waktu bersamaan. Sehingga, menghasilkan rentang melodi yang lebih luas, serta ritme dan juga tempo yang lebih beragam. 


Seniman juga dapat menuliskan notasi musik kontemporer dalam simbol-simbol di luar aturan musik baku (musik biasanya dituliskan dalam notasi balok). Sehingga, notasi musik kontemporer hanya dapat dibaca oleh seniman yang menulisnya sendiri.


Penggunaan sumber bunyi yang tidak lazim 


Musik kontemporer juga memiliki ciri-ciri berupa penggunaan sumber bunyi yang tidak lazim. Misalnya menggunakan bunyi yang keluar dari lingkungan alam seperti suara ombak, suara angin, dan suara gemerisik daun. 


Ataupun dari sumber bumi yang bukan berasal dari alam seperti bunyi dari gelas, piring, plastik, besi, hingga logam.


Artikel ini telah tayang di laman harian Kompas.com pada 17 Desember 2021, 18:54 WIB dengan judul "Ciri-ciri Musik Kontemporer," disunting oleh Silmi Nurul Utami.


Maklumat: Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara diatonal.com dengan Kompas.com dimasa mendatang.


Komentar

Postingan Populer