Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah
Diikuti dari laman harian KOMPAS.com, Kalimantan Tengah memiliki banyak hutan dan sungai seperti Kapuas, Lamandau, Barito, dan lainnya. Kalimantan Tengah pada dahulunya diduduki oleh penduduk aslinya yang bernama Suku Dayak.
Sidik R. Usop dalam jurnal berjudul Ruang Masyarakat dalam Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Kasus Program Redd+ di Kalimantan Tengah (2012), menyebutkan bahwa kelompok etnis Dayak di Kalimantan tengah terdiri atas 83 subetnis Dayak Ngaju, delapan subetnis Dayak Maanyan, 21 subetnis Dayak Lawangan, delapan subetnis Dayak Dusu, dan 61 subetnis Dayak Ot Danum.Banyaknya Suku Dayak yang tersebar di seluruh Kalimantan Tengah memberikan banyak budaya, salah satunya dalam bidang kesenian.
Kesenian Kalimantan Tengah yang dipengaruhi budaya Suku Dayak dapat dilihat dari alat musiknya. Dua di antaranya adalah:
- Alat musik Japen
Japen adalah alat musik tradisional Kalimantan Tengah yang bentuknya menyerupai kecapi, gitar, atau mandolin. Japen adalah hasil akulturasi budaya Suku Dayak dengan pedagang China yang masuk ke tanah Kalimantan Tengah untuk berdagang.
Japen terbut dari kayu dan dilengkapi dengan empat buah senar. Bagian badan Japen juga dihiasi dengan ornament khas Suku dayak yang memiliki banyak makna filosofis.
Ketika dawai Japen dipetik, akan menghasilkan nada yang unik namun akan terdengar sedikit mirip dengan musik kebudayaan Tionghoa.
- Alat musik Garantung
Alat musik garantung adalah alat musik tabuh yang bentuknya mirip dengan gong. Ada dua buah pendapat tentang asal-usul garantung.
Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada satu pendapat yang menganggap garantung adalah hasil akulturasi budaya Dayak dengan Jawa, namun ada juga yang beranggapan garantung adalah hasil akulturasi budaya Dayak dengan China Selatan (Yunan).
Garantung adalah alat musik yang sakral bagi masyarakat Suku Dayak Ngaju karena merupakan pengiring penting dalam upacara tiwah (upacara kematian).
Kadek Sukiada dalam jurnal berjudul Panca Yadna dalam Ritual Keagamaan Hindu Laharingan di Kalimantan Tengah (2019), menyebutkan bahwa upacara tiwah adalah ritual mengantarakan roh atau arwah menuju Lewu Latu (surge dalam bahasa Sangiang) sehingga bisa hidup damai dan tenteram di alam Sang Kuasa.
Dalam upacara tiwah garantung dimainkan dalam ritme yang cepat untuk mengiringi jenazah ke alam lewu watu embari melepas kesialan dan bala bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sumber: Sumber Belajar Kemendikbud
Artikel ini telah tayang di laman harian Kompas.com pada 11 Mei 2021, 14:09 WIB dengan judul "Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah," oleh Silmi Nurul Utami & disunting oleh Serafica Gischa.
Maklumat: Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara diatonal.com dengan Kompas.com dimasa mendatang.


Komentar
Posting Komentar