Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat


Diikuti dari laman harian KOMPAS.com, Papua Barat merupakan salah satu wilayah Indonesia yang masih kental akan adat-istiadat serta budaya penduduk aslinya karena sulit terjamah oleh orang luar. 

Andreas Jefri Deda dan Suriel Semuel Mofu dalam jurnal berjudul Masyarakat Hukum Adat dan Hak Ulayat di Provinsi Papua Barat Sebagai Orang Asli Papua Ditinjau dari Sisi Adat dan Budaya; Sebuah Kajian Etnografi Kekinian (2014), menyebutkan bahwa orang asli Papua yang diakui masyarakat hukum adat papua menurut UU Otsus Papua (UU Republik Indonesia no. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua) adalah orang rumpun ras Melanesia.

Papua Barat dahulu sempat didatangi para pendatang seperti Suku Jawa, Gufis, Madura, pedagang Persia, India, China, serta Arab.

Namun akulturasi budaya biasanya hanya terjadi di daerah pesisir sedangkan budaya asli wilayah pedalaman Papua Barat masih kental karena dijaga dengan sangat ketat dari intervensi bangsa asing. Salah satu contoh budaya asli Papua Barat dalam bidang kesenian adalah alat musik Guoto.

Dilansir dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, Guoto adalah alat musik kordofon atau yang dimainkan dengan cara dipetik dan suaranya berasal dari getaran dawai atau senar yang dipetik.

Guoto merupakan alat musik yang sangat sederhana dan modern ini keberadaannya sulit untuk ditemui. Guoto terbuat dari bilah bambu yang telah dikeringkan. Kulit bambu tersebut kemudian disisit (disayat) menggunakan pisau untuk membentuk senar.

Jadi, senar Guoto berasal dari kayunya sendiri bukan dengan dawai seperti alat musik petik lain. Jumlah senar pada Guoto biasanya berjumlah empat, keempat senar tersebut memiliki jarak yang sama antara satu sama lainnya.

Setelah senar dibuat, maka diberikan kayu kecil dibagian bawah senar. Kayu kecil ini bertujuan untuk memberikan ketegangan pada senar.

Ganjalan kayu tersebut diatur variasinya agar setiap senar dapat mengeluarkan suara yang berbeda-beda saat dipetik. Kedua pangkal dan ujung senar Guoto biasanya diikat oleh tali yang terbuat dari rotan, maupun kulit lembu yang telah dikeringkan.

Guoto dimainkan dengan cara dipetik dan dipukul agar bisa menghasilkan suara yang unik. Permainan Guoto biasanya dilakukan dengan instrumen musik tradisional Papua Barat lainnya untuk menyambut tamu, mengiringi tari, dan juga ritual adat setempat.

Sumber: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia

Artikel ini telah tayang di laman harian Kompas.com pada 17 Mei 2021, 12:30 WIB dengan judul "Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat," oleh Silmi Nurul Utami & disunting oleh Serafica Gischa.

Maklumat: Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara diatonal.com dengan Kompas.com dimasa mendatang.

Komentar

Postingan Populer