Kaleidoskop 2022: Detik-Detik Musik Dangdut Diangkat ke UNESCO
Kemenparekraf akan mengajukan musik dangdut sebagai warisan budaya tak benda Indonesia ke UNESCO. Bagaimana asal-usul musik dangdut
"Saya tidak ingin ber-suudzon tapi ini harus kami lakukan, paling tidak musik ini kan universal tapi kalau kami mengajukan sebagai warisan budaya tak benda maka akan mendapatkan pengakuan dan menjadi kebanggaan," papar dia.
Kendati demikian, pengajuan musik dangdut masih dalam proses lantaran Indonesia juga mengajukan warisan budaya lain, termasuk jamu, Reog Ponorogo, hingga kebaya.
Lantas, seperti apa sejarah dan asal-usul musik dangdut di Indonesia?
Sejarah dangdut: perpaduan musik Melayu dan India
Musik dangdut adalah musik khas Indonesia yang lahir dari perpaduan musik ala film India dan Melayu. Dikutip dari laman Britannica, perpaduan musik ini muncul pertama kali di Jakarta pada akhir 1960-an dan mencapai popularitas pada 1970-an dan 1980-an.
Dangdut sendiri lahir dari keinginan para musisi muda urban Indonesia untuk membuat gaya musik berbeda dari modern, tetapi dapat menarik masyarakat dari berbagai kalangan.
Oleh karena itu, para musisi menyesuaikan musik Melayu dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat untuk dipadukan dengan musik jenis lain.
Musik Melayu terdiri dari seruling, gendang bergaya rebana, biola, dan berbagai macam kecapi.
Musik tersebut kemudian ditambahkan dengan ciri musik khas film India atau Bollywood yang kala itu populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Para musisi memasukkan bunyi alat musik tabla dari India yang secara verbal berbunyi dang-dut. Dari sinilah nama dangdut disematkan.
Meski secara umum hanya sedikit mengandung unsur Indonesia, akan tetapi kombinasi unsur-unsur yang disusun berhasil menciptakan bentuk musik khas Indonesia.
Kemudian seiring berjalannya waktu, musik dangdut bukan hanya dipengaruhi instrumen India. Arab juga membawa pengaruh terhadap musik ini, khususnya pada bagian cengkok dan harmonisasi nada.
Sempat dilarang pemerintah
Semula, musik dangdut berangkat dari kisah romantis maupun percintaan. Namun, semakin lama dangdut turut membahas isu sosial dan agama, bahkan mengajak pendengar untuk mengingat ajaran Islam.
Dilansir dari Kompas.com (27/1/2021), Rhoma Irama adalah sosok yang mempopulerkan dangdut hingga mendapat julukan sebagai "Raja Dangdut".
Ketenaran dan kritik tersirat pernah membuat musik dangdut dilarang pemerintah untuk disiarkan di radio dan televisi.
Namun kini, musik dangdut ramai didendangkan berbagai kalangan masyarakat, dan mulai merambah ke dunia internasional.
Artikel ini telah tayang di laman harian Kompas.com pada 9 Desember 2022, 14:30 WIB dengan judul "Sejarah Musik Dangdut yang Akan Didaftarkan ke UNESCO," oleh Diva Lufiana Putri & disunting oleh Rizal Setyo Nugroho.
Maklumat: Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara diatonal.com dengan Kompas.com dimasa mendatang.


Komentar
Posting Komentar